Home » , » BELAJAR TEGAR DARI BANG SANI

BELAJAR TEGAR DARI BANG SANI

Written By PKS on Sabtu, 24 Maret 2012 | Sabtu, Maret 24, 2012


Rumah yang penuh keberkahan

Jauh sebelum Bang Sani di usung oleh PKS sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, beberapa tahun yang lalu saya dan beberapa teman berkunjung ke rumah beliau .

Terasa sekali nuansa keberkahan rumah tersebut bagi tuan rumah mau pun tamu yang datang ( setidaknya ini yang saya rasakan, saya tidak tahu apakah teman-teman pada saat berkunjung merasakan hal yang sama seperti saya).

Kami harus menunggu beberapa saat, karena sebelum kami datang sudah ada beberapa pemuda singgah bersilaturahim dengan Bang Sani. Menurut saya inilah salah satu tanda keberkahan rumah Bang Sani –banyak tamu yang berkunjung ke rumah beliau- padahal saat itu masih pukul 7 pagi.
Tanda keberkahan berikutnya adalah, ketika kami masuk ke rumah Bang Sani, terlihat di sisi kanan ada ruang yang khusus dibuat untuk sholat. Biasanya saya menjumpai hal seperti itu saat bersilaturahim ke tempat teman, ruang untuk sholat selalu berada bukan dekat pintu masuk, di ruang atas atau tempat lainnya. Berarti sang pemilik rumah ingin memberikan pesan ke pada siapa pun yang hadir dalam rumah tersebut agar kondisi ruhiyahnya tetap terjaga.

Nasi uduk

Setelah sesi perkenalan dibuka, tak lama kemudian sajian nasi uduk telah ada di tengah-tengah kami. Sambil menikmati hidangan yang di sajikan tuan rumah, beberapa teman mulai berdiskusi. Diskusi semakin menghangat ketika membahas tentang cobaan yang tengah di alami oleh kader-kader PKS.
Lalu Bang Sani membacakan surat Al Baqarah(2):214 “..Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta di goncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: Bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Itu bagus akhi, dinamika perjuangan selalu ada ada dalam organisasi manapun. Nah jika kita mampu keluar dari kondisi tersebut, maka kita akan menjadi organisasi yang semakin kuat. Dan ingat! Pertolongan Allah amat dekat..bukan sekedar dekat saja, tapi amat dekat, ujar Bang Sani, sekaligus menutup diskusi pagi itu.

Tegar

Kini pesta demokrasi pemilihan Gubernur gaungnya makin kencang dibicarakan orang, dan Bang Sani masuk menjadi salah satu calon Gubernur yang akan di usung oleh Partai Keadilan Sejahtera. Konstelasi politik dan dinamika yang terjadi pada proses PilGub di DKI Jakarta, mengharuskan DPP PKS mengkaji ulang keputusannya untuk menjagokan Bang Sani untuk maju sebagai Calon Gubernur dari PKS dan Bang Sani pun terlibat dalam pengambilan keputusan itu, bahkan saat-saat proses penentuan Didik J Rachbini sebagai calon Wakil Gubernur dan Hidayat Nur Wahid sebagai calon Gubernur yang di usung oleh PKS.

Tegar ala Bang Sani, Lulus S2 tahun 1999 di University of Birmingham, United Kingdom, pernah menjabat sebagai Pengurus Pusat Informasi PK ( PIPK ) cabang Inggris Raya, di tahun 2005 menjabat sebagai Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS periode 2010-2015, dan selain menjadi Wakil Ketua DPRD, Bang sani juga memegang amanah sebagai Ketua Badan legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta. Banyaknya tugas atau amanah yang di embannya adalah bagian dari “kawah candra dimuka” pembentukan karakter yang hari ini bisa kita saksikan pada sosok Bang Sani.

Ya..dari beliau kita belajar banyak hal. Kita mulai dari kebesaran hati dari pria Bang Sani menerima keputusan syuro yang menetapkan Hidayat Nur Wahid dan Didik J. Rachbini sebagai calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur untuk maju di PilGub 2012
Kemudian tentang ketaatan sebagai jundi, tak ada raut kekesalan apalagi sampai menggalang dukungan untuk menolak hasil keputusan DPP PKS. Senyumnya tetap menghias wajah Bang Sani, bahkan Bang Sani menyatakan mendukung 100% atas keputusan itu, . .. hmm, kalau begini memang benar-benar Bang Sani ( BijakSAna dan BijaksiNI…heheheh )

Bagi seluruh kader PKS, siapa pun dia dan dalam posisi apa pun di tingkatan partai, sejatinya adalah bagai sebuah anak panah yang siap melesat dari busur. Ketika busur telah di lepas dari hasil syuro maka “anak panah” (baca;kader) siap melesat mengemban amanah, tak ada anak panah yang melesat secara serampangan atas ambisi pribadinya. Karena segala sesuatunya di putuskan dalam bingkai syuro.

Salah satu anak panah itu ( baca;Bang Sani ) yang sudah melesat dari busurnya dan juga atas hasil syuro, sudah mempersiapkan dan telah melaksanakan berbagai program untuk mensukseskan kemenangan pada PilGub 2012 dan dengan ikhlas, estafet anak panah itu lesatnya di teruskan oleh Hidayat Nurwahid .

Bang Sani telah melakukan pemanasan, bagi jalan yang akan dilalui oleh Hidayat Nurwahid untuk memimpin Jakarta (Cahyadi Takariawan). Sebuah sinergi yang dilakukan Bang Sani dan Hidayat Nurwahid, ini hanya bisa di jalankan oleh orang atau partai yang punya NURANI yang bersih.

Terima kasih Bang Sani telah memberikan pendidikan politik bagi banyak kalangan dan bukan hanya untuk kader PKS saja. (Joy)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. PKS Paseban - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger