Home » , » Macet dan Banjir Akibat Kurang Koordinasi

Macet dan Banjir Akibat Kurang Koordinasi

Written By PKS on Sabtu, 26 November 2011 | Sabtu, November 26, 2011

Macet dan banjir, inilah yang menjadi perbincangan Dani Wahab dari Radio Dakta dengan Wakil Ketua DPRD IrTriwisaksana, MSc dalam acara Jakarta Today Bersama Bang Sani, Rabu (2/11).

Di tengah kesibukannya, Bang Sani begitu pria yangLahir di Jakarta, 9 Juli 1971, ini menyempatkan diri untuk menyapa pendengar Radio Dakta. Jakarta Today adalah program rutin Radio Dakta yang disiarkan setiap Senin, Rabu dan Jumat pagi, pukul 08.30 WIB. Alhamdulillah Baik, terdengar suara dari ujung telepon, “Sekarang ini sedang membahas anggaran tahun 2012, juga membahas beberapa Perda,” Jelas Bang Sani ketika ditanya kesibukannya pekan ini.

Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI menurutnya diproyeksikan sekitar 36 triliun lebih. “Semoga ini bermanfaat bagi semua warga masyarakat,” harap Bang Sani. Berikut petikannya:

Kemacetan semakin bertambah dengan adanya pengerjaan gorong-gorong, apalagi di Jalan Protokol seperti Jalan Sudirman?

Pertama, Pembangunan gorong-gorong itu sudah pasti dibutuhkan warga Jakarta. Karena itu (gorong-gorong) untuk mengurangi genangan air di jalan-jalan. Persoalannya, pengerjaannya di akhir tahun saat hujan turun sehingga kemacetan itu menjadi problem tambahan dengan pengerjaan gorong-gorong. Kalau pengerjaannya bisa dilakukan lebih awal, atau saat hujan belum turun mungkin bisa lebih meringankan. Kedua, Masalah Koordinasi. Ini terkait dengan kepolisian, Dinas Perhubungan atau pihak-pihak yang lain, maka akan meringankan kemacetan.

Kurangnya koordinasi ini tergantung tata kelola pemerintahan di Ibukota yang selama ini terjadi?

Sejauh ini sudah lumayan baik, namun karena pengerjaan (gorong-gorong) ini di jalan Sudirman —yang merupakan jalan utama— perlu koordinasi yang lebih baik. Hampir semua kendaraan melewati jalan itu. Apalagi ketika jam padat, sudah tentu akan terjadi kemacetan. Karena pembangunan gorong-gorong ini hampir di seluruh jalan di Jakarta.

Secara umum bagaimana Anda melihat problem kemacetan dan masalah banjir yang setiap tahun menghantui ibukota?

Melihat anggarannya, untuk tahun ini —dan tahun yang akan datang— penyelesaian genangan di jalan-jalan dan banjir pemukiman memang sudah dialokasikan, pembangunan waduk, situ dan gorong-gorong. Itu bagian dari rencana pemerintahan DKI mengatasi banjir. Tapi, memang ada spot-spot waktu, curah hujan tinggi. Apalagi di sore hari (jam pulang kantor). Itu membuat suasana yang crowded nah ini membutuhkan koordinasi di lapangan. Hal seperti ini tidak bisa terhindar ketika dilakukan pembangunan gorong-gorong, sudah tentu kenyamanan pengguna jalan dan warga menjadi terganggu.

Apalagi sekarang ini bertepatan dengan Sea Games. Apa yang harus dilakukan, agar mengurangi kemacetan?

Itulah yang sebenarnya agak kita sayangkan, karena Sea Games dilaksanakan di Jakarta dan sebagian di Senayan. Seharusnya pembangunan gorong-gorong itu sudah bisa selesai, jauh-jauh hari, sehingga bisa dinikmati sebelum penyelenggaraan Sea Games. Itu yang saya kira belum diantisipasi dengan baik. Ya mudah-mudahan bisa rapi sebelum penyelenggaraan Sea Games di Jakarta. Ini akan mengurangi dampaknya. Kebijakan yang lain liburnya anak-anak sekolah, akan bisa mengurangi kemacetan.

Kenapa pembangunan gorong-gorong itu dilakukan sekarang?

Sebenarnya DPRD sudah mengingatkan, kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU), khususnya pada saat pembahasan anggaran perubahan 2011, kenapa belum terlaksana. Karena DPRD sudah memprediksi bahwa akhir tahun itu akan turun hujan, Sea Games dan sebagainya. Mereka mengatakan, “Sedang dikebut Pak!” Mudah-mudahan penyelenggaraan Sea Games harus dilaksanakan dengan baik.

DKI memiliki APBD yang luar biasa, artinya persoalan banjir dan kemacetan bukan karena minimnya anggaran?

Kalau melihat besaran anggaran tersebut apalagi kalau dibandingkan dengan daerah lain, terlihat besar. Tapi, kenyataannya anggaran sebesar itu sangat kurang. Makanya harus dilakukan secara bertahap. Urusan menyelesaikan kemacetan atau transportasi itu, mendapat anggaran cukup besar 2,7 triliun. Demikian pula untuk menanggulangi banjir dan genangan itu lumayan besar. Saya membayangkan 5 triliun untuk dua masalah itu. Itu baru kita bisa mengatasi lebih cepat lagi. Tapi-kan, anggaran harus dibagi lagi dengan sektor yang lain, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.

Apa skala prioritas terkait banjir dan macet?

Kalau untuk kemacetan kita meneruskan langkah pembenahan transportasi umum, pembangunan terminal Pulogebang itu akan diselesaikan. Untuk jalur Busway akan ada pengembangan koridor baru, Tanjungpriok-Pulogadung diperluas sampai Bekasi, Kalideres sampai ke Tangerang. Sterilisasi dengan peninggian jalur busway dan lain sebagainya. Kemudian ada kajian untuk menjadikan jalur monorel sebagai jalur busway.

Untuk banjir, masalah bantaran kali Ciliwung, ini persoalan yang terjadi setiap tahun. Bagaimana untuk tahun depan?

Inti sebenarnya, normalisasi 13 sungai besar di Jakarta. Itu yang ditunggu-tunggu, sekarang sedang koordinasi dengan kementerian Keuangan agar dana dari Bank Dunia itu bisa segera cair. Ini adalah tulangpunggung agar saluran air itu bisa diperluas, dengan membangun waduk dan normalisasi situ, sehingga tempat parkir air di Jakarta ini bisa ditambah. Itu yang akan menjadi skala prioritas.

Apa pesan Anda kepada warga yang biasa melintasi Jalan Sudirman?

Pertama, Ya kami meminta warga agar berhati-hati ketika melintasi di daerah yang sedang dilakukan pembangunan gorong-gorong. mudah-mudahan para petugas di lapangan bisa mengarahkan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kedua, jalur-jalur alternatif perlu diberi arahan dari dinas terkait atau polisi terkait berkaitan dengan pembangunan gorong-gorong.

Pendapat Anda terkait langkah pihak Polda Metro Jaya yang akan mensomasi pihak kontaktor yang mengerjakan gorong-gorong itu?

Saya kira itu langkah positif. Ini harus dijadikan pelajaran kepada dinas terkait (PU) agar koordinasi itu dilakukan dengan lebih baik lagi. Karena pembangunan gorong-gorong itu bukan cuma sekadar concern PU tapi juga, lembaga lain, karena berkaitan dengan lalulintas dan sebagainya.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. PKS Paseban - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger